DEBAT: Apa Yang Harus Dilakukan Liverpool Untuk Juara Liga Primer Inggris?
Liverpool tetap menjadi penantang serius Manchester United dan memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik.
22 Jun 2009 12:50:46
EPL: Steven Gerrard, Liverpool v Aston Villa (PA)
Hal-Hal Terkait
Tim
Pemain
Kurang beruntung atau sang rival memang lebih hebat? Yang jelas, Liverpool hanya bisa gigit jari karena harus mengakui kehebatan Manchester United yang kembali mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris musim 2008/09.
Torehan poin Reds sesungguhnya fantastis. Mereka mengantungi 86 poin dan hanya dua kali menderita kalah. Produktivitas gol mereka yang menyentuh 74 juga tertinggi. Unggul tujuh gol dari MU.
Catatan lain, tim besutan Rafael Benitez juga dua kali menghantam sang rival. Bahkan di Old Trafford, Pools mempermalukan Red Devils dengan skor telak 4-1.
Lalu, apa lagi yang kurang? Ya, Liverpool memang luar biasa. Namun, mereka masih kalah hebat dibandingkan MU. Perolehan poin Liverpool di Liga Primer memang fantastis. Namun, pencapaian MU lebih fantastis dan bahkan hampir menembus poin 90 musim ini.
Liverpool memang apes. Namun Benitez melihat dari kacamata yang berbeda. Musim lalu sesungguhnya merupakan titik awal kebangkitan Liverpool untuk membuka persaingan dengan MU.
Benitez telah membangun kukuh pondasi tim. Meski gagal mendapatkan Gareth Barry dan striker Robbie Keane yang tak mampu memenuhi harapan, namun Liverpool telah muncul sebagai kekuatan yang makin diperhitungkan oleh Sir Alex Ferguson.
Manajer MU ini tampaknya sudah membaca gelagat kebangkitan Liverpool di awal musim. Pesaing MU untuk musim itu bukan Arsenal atau Chelsea tapi Liverpool. Tak heran bila Ferguson selalu mengajak Benitez ber-mind games.
Ia berkali-kali ‘menyerang’ Benitez. Repotnya, manajer asal Spanyol ini sempat terpancing dengan mind games Ferguson.
Meski gagal meraih trofi, namun musim lalu menjadi periode penting bagi Liverpool. Mereka sukses melakukan pemanasan dengan hasil terbaik selama 20 tahun terakhir, menduduki peringkat dua klasemen.
Kesuksesan Benitez adalah membangun tulang punggung tim yang bertumpu pada Daniel Agger, Jamie Carragher, Steven Gerrard, Dirk Kuyt dan Fernando Torres. Selain itu, bintang muda sekelas David Ngog, Nabil El Zhar dan Ryan Babel juga makin matang. Mereka berpadu dengan bintang senior seperti Xabi Alonso, Javier Mascherano dan Yossi Benayoun.
Kematangan skuad Benitez berpadu dengan kejeniusan sang manajer dalam menggelar taktik permainan dan strategi tim menjadikan Liverpool tetap sebagai penantang serius untuk meraih gelar Liga Primer. Apalagi, Benitez ditantang memberi trofi liga setelah lima musim berada di Anfield.
Benitez memang sudah memberi trofi Liga Champions di musim pertama di Anfield. Ia juga membawa Piala FA di musim berikutnya. Hanya, sukses tersebut belum lengkap karena Liverpool tak lagi menjadi juara sejak kompetisi berubah menjadi Liga Primer.
Liverpool terakhir kali menjadi juara pada musim 19989/90 saat kompetisi masih menjadi Divisi Satu. Saat kompetisi berganti menjadi Liga Primer, mereka belum pernah sekalipun meraiih gelar. Liverpool hanya bisa menyaksikan MU, Arsenal, Chelsea yang diselingi oleh Blackburn Rovers sebagai penguasa Liga Primer.
MU menjadi tim paling dibenci, the most hated team, oleh suporter Liverpool karena begitu mendominasi selama 20 tahun terakhir. Hal yang dirasakan oleh Liverpool saat menjadi penguasa Liga Inggris pada 1970 sampai awal 1990-an.
Kini, Liverpool kembali dengan keyakinan merengkuh trofi juara setelah melalui proses pematangan di musim lalu. Reds memang pantas geregetan karena bukan lawan yang lebih baik tapi mereka yang bernasib sial.
Pasukan Benitez tampaknya lebih siap ketimbang Chelsea yang butuh adaptasi dengan kehadiran manajer anyar Carlo Ancelotti. Sementara, pasukan muda Arsenal masih harus menunggu waktu.
Ada beberapa hal yang menurut penulis harus dilakukan Liverpool untuk meraih trofi juara musim 2009/10.
1. Alternatif Selain Steven Gerrard
Pemain yang fantastis, serba bisa, berkarakter pemimpin, punya energ berlebih, tangguh dan tidak kalah tajam dengan striker dalam urusan mencetak gol. Ini menjadi keunggulan sekaligus kelemahan Liverpool.
Namun sudah saatnya, Benitez dan Liverpool melepaskan ketergantungan terhadap Gerrard. Begitu pentingnya Gerrard bagi Liverpool sehingga saat dia absen, tim langsung kelimpungan.
Bagi Liverpool, Gerrard lebih dari sang kapten. Ia adalah ikon tak tergantikan karena merupakan nyawa tim. Liverpool bisa saja menjual Michael Owen yang saat itu sesungguhnya tengah mencapai performa terbaik. Namun tidak untuk Gerrard.
Bagi Liverpool, Owen dan Gerrard adalah dua raja dalam satu kerajaan. Harus ada yang dikorbankan dan Reds memilih melepas Owen yang mengantarkan Gerrard menjadi king di Liverpool.
Gerrard pula yang mengantarkan Liverpool meraih sukses di Istanbul pada final Liga Champions 2005. Saking pentingnya peran sang skipper, yang muncul ke permukaan adalah Gerrard vs AC Milan.
Perekrutan Barry sesungguhnya diharapkan bisa melepaskan ketergantungan ini. Bila Gerrard absen, tim masih memiliki Barry yang menjadi penyeimbang.
Kapasitas kapten Aston Villa ini sebagai leader yang visioner memang dibutuhkan Liverpool. Sayang, Barry gagal datang. Pekerjaan rumah bagi Benitez bagaimana timnya tetap solid saat Gerrard absen.
2. Jangan Jual Xabi Alonso
Sosok paling dilematis bagi Benitez. Meski kontribusinya sangat besar bagi tim, Alonso bakal dikorbankan untuk mendapatkan Barry. Pasalnya, Liverpool tak sekadar butuh seorang gelandang jangkar tapi sosok yang bisa menjadi penyeimbang.
Namun tidak bisa dipungkiri peran Alonso makin vital. Bersama Javier Mascherano, pemain asal Spanyol ini bisa melapis pertahanan sehingga memudahkan Gerrard berkreasi dalam membangun permainan tim sekaligus mendukung Torres di lini depan.
Peran Alonso tak berbeda dengan Claude Makelele di Real Madrid pada era 2000-an. Kemampuannya sebagai penyeimbang memudahkan Zinedine Zidane berkreasi dalam tim. Begitu pula dengan Alonso. Rugi besar bila Alonso harus pergi.
3. Cari Pendamping Fernando Torres
Penerus sang legenda Reds, Ian Rush. Pemain yang berperan besar mengantarkan Benitez meraih sukses di Anfield. Sejak datang ke Liverpool pada 2007, Torres mengukuhkan sebagai salah satu striker terbaik. Ia sudah mencetak 50 gol selama 84 kali bermain untuk Liverpool.
Hanya, ia tak punya pendamping yang cukup setia. Pembelian Keane sesungguhnya diharapkan bisa membentuk duet maut lini depan Liverpool.
Sayangnya, Keane ambruk dan gagal memenuhi harapan.
Torres seolah berjuang sendirian di lini depan. Beruntung, ia dikawal Gerrard dengan sangat bagus. Karena itu, ketajamannya tak pernah menurun.
“Dia mendukung saya dengan umpan-umpannya yang sempurna. Seketat apa pun dikawal, dia masih bisa mendapatkan ruang gerak untuk memberikan umpan bagus,” kata Torres memuji Gerrard.
Meski demikian, Benitez masih butuh striker yang bisa mendampingi sekaligus mengambil alih peran Torres saat striker Spanyol ini tiada. Terutama setelah performa Dirk Kuyt yang agak menurun. Tanpa Torres, produktivitas gol Liverpool menjadi tidak terjaga.
Tak heran dengan sedikit bercanda, Benitez mengeluhkan seandainya saja Torres selalu fit dan tak pernah absen, Liverpool bakal punya harapan meraih titel. Begitu berartinya Torres sehingga Benitez harus mengurangi ketergantungannya. Ia perlu mencari pemain depan untuk menjadi pelapis Torres.
Namun, Ngog diharapkan bisa makin matang. Dia berpeluang menjadi pelapis Torres.
4. Pertahankan Rafael Benitez
Tokoh kunci di balik sukses Liverpool selama lima musim terakhir. Benitez termasuk jago strategi dan sangat disiplin. Mental bertanding yang dibangun Benitez dan taktik bermain saat Liverpool bertarung di kompetisi Eropa layak mendapat pujian tinggi. Ia mampu membangun mentalitas pemain sehingga selalu meraih sukses di Liga Champions.
Final di Istanbul menjadi bukti kejeniusan Benitez. Begitu pula saat bertemu Chelsea di Liga Champions. Mereka boleh kalah di Liga Primer, tapi Liverpool selalu berjaya kala bertemu di level Eropa.
Sayang, mereka gagal mengulang sukses di perempat-final Liga Champions yang lalu.
Namun laga kedua di Stamford Bridge yang berakhir 4-4 sempat membuat Chelsea panas dingin. Ini menjadi salah satu duel terbaik dalam sejarah Liga Champions meski tidak terjadi di final.
Catatan prestasi Benitez menjadi alasan bagi Liverpool tetap mempertahankannya. Apalagi, Benitez. masih dalam proses membentuk sebuah tim yang benar-benar solid.
Liverpool bisa belajar dari MU yang tetap mempertahankan Ferguson meski gagal di tahun-tahun pertama di Old Trafford. Pasalnya, Ferguson adalah bagian dari rencana jangka panjang MU. Hasilnya, MU sukses prestasi selama 20 tahun dan menjadi klub terkaya di dunia.
Benitez masih bisa memberi trofi bagi Liverpool. Tak heran bila Benitez mendapat dukungan penuh dari para mantan pemain dan manajer.
Persoalannya, mantan arsitek Valencia ini sering keliru dalam pembelian pemain. Contoh paling gres adalah perekrutan Keane yang sia-sia. Karena itu, peran dua asisten Mauricio Pellegrino dan Sammy Lee sangat diharapkan bisa mendukung Benitez.
5. Perekrutan Pemain
Benitez masih mereka-reka untuk melakukan pembelian yang tepat. Menurutnya tim masih butuh satu atau dua pemain untuk melengkapi skuad yang sudah ada.
Hanya, ia mendapat dana yang relatif terbatas. Berbeda dengan musim lalu saat klub cukup berani jor-joran dalam pembelian pemain.
Di sisi lain, Benitez mencoba melepas pemain untuk mendapatkan tambahan dana. Namun, tim yang dibentuk bakal berantakan bila ia melakukan blunder dalam penjualan pemain.
Penjualan Alonso atau Mascherano bisa menjadi malapetaka bila ia gagal mendapatkan pemain berkelas galacticos. Harus ada pemain berkategori istimewa yang datang bila sampai harus melego dua pilar tersebut. Bila tak bisa mendapatkannya, lebih baik mempertahankan mereka.
Pembelian striker, pemain sayap dan pemain belakang bisa menjadi alternatif. Pasalnya, lini tengah tim sudah sangat solid. Dalam sejarahnya, Liverpool selalu memiliki pemain sayap hebat sekelas John Barnes.
Kini, tak ada lagi yang mewarisi kehebatan Barnes. Ia boleh gagal di tim nasional Inggris, namun Barnes adalah legenda Si Merah.
Pembelian David Villa bisa menjadi pilihan utama untuk tidak terlalu bergantung pada Torres. Hanya, harga striker Valencia ini terhitung mahal. Apalagia, Benitez juga mengincar David Silva.
Ada beberapa poin yang perlu dilakukan Liverpool untuk merengkuh titel. Pembaca mungkin memiliki pemikiran yang berbeda? Silakan memberikan komentar.
Terima kasih atas tanggapan Anda!
Mohon tulis nama Anda!
Mohon tulis lokasi Anda!
Mohon tulis komentar Anda!
Profil
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Persisam Samarinda
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Persiwa Wamena
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: PSM Makassar
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Persipura Jayapura
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Persiba Balikpapan
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Bontang Football Club
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Pelita Jaya
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Persik Kediri
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Arema Malang
- PROFIL Superliga Indonesia 2009/10: Persema Malang
Iklan
Terlaris Dibaca
Iklan
Iklan
Iklan
