Frank de Boer InterGetty Images

Frank De Boer: Saya Tangani Skuat Inter Milan Yang Busuk

Frank de Boer mengklaim kegagalannya saat menjadi pelatih Inter Milan karena dirinya menangani kumpulan skuat 'busuk' dan tak diberi kebebasan mengelola tim.

Sang juru taktik asal Belanda merapat ke Nerazzurri pada musim panas 2016 lalu dari Ajax Amsterdam dan meneken kontrak awal berdurasi tiga tahun di Giuseppe Meazza.

Namun, yang terjadi justru bencana bagi De Boer. Ia hanya bertahan selama 14 pertandingan kompetitif sebelum kemudian dipecat pada November karena dinilai gagal mengangkat performa tim di Serie A Italia.

"Saya melakukan hal baik di Inter dan Crystal Palace, tapi saya juga bercermin dan mengakui beberapa hal bisa menjadi lebih baik. Saya belajar dari pengalaman tersebut," ujar De Boer kepada Algemeen Dagblad.

"Saya terlalu banyak bermain di Inter. Saya ingin mengubah struktur dan budaya klub, karena klub tersebut belum tak pernah memenangkan apa pun dalam kurun waktu yang lama."

Pertandingan Berikut

"Saya menangani skuat busuk, tapi tak diizinkan untuk membuang pemain tertentu. Saya harusnya lebih keras, karena jika ingin perubahan, maka Anda harus melakukannya dengan benar."

"Mungkin saya mencoba untuk menjadi baik kepada semua orang tapi itu tidak mungkin," tukasnya.

De Boer saat ini berstatus sebagai pelatih Atlanta United di Major League Soccer (MLS).

Footer Banner Serie A
Iklan