Rekrutan teranyar Manchester United yakni Lisandro Martinez menjelaskan bagaimana dia ditempa menjadi pemain seperti sekarang dari lingkungan yang keras di Argentina, di mana dia belajar untuk memperjuangkan segala yang ia miliki.
Pemain 24 tahun itu didatangkan dari Ajax dan dikontrak lima tahun, dengan The Red Devils membayarkan uang muka sebesar £48 juta yang bisa naik menjadi £56 juta jika ditambah bonus.
Martinez diprediksi akan dimainkan sebagai bek sentral, meski bisa menempati posisi gelandang atau menjadi full-back, dengan sang manajer Erik ten Hag sudah mengenal baik kemampuannya berkat kerjasama yang mereka jalin di Amsterdam.
Penggawa timnas Argentina ini mungkin belum banyak dikenal penggemar Liga Primer Inggris, tapi dengan julukan "Jagal Amsterdam", dia punya reputasi yang buas.
Martinez sendiri menjelaskan bahwa dia selalu siap berjuang, baik di dalam maupun luar lapangan, karena seperti itulah dia dibesarkan.
"Budaya kami penuh dengan gairah [passion]," kata Martinez kepada laman resmi Manchester United.
"Terutama di sepakbola. Sebagai seorang pemain, saya mulai merantau pada usia 14 tahun, jadi Anda harus bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri."
"Di usia 14 tahun, Anda sudah harus menjadi seorang pria. Lalu harus berjuang demi segalanya. Harus berjuang demi sesuap nasi, harus berjuang demi keluarga, harus berjuang untuk tim Anda."
"Saya pun belajar banyak: betapa susahnya hidup."
Martinez berjanji kepada fans dan rekannya bahwa dia akan selalu bekerja keras, dan dia sudah terkesan dengan gairah suporter di Old Trafford.
"Saya akan berikan 100 persen di setiap laga, di setiap [sesi] latihan," katanya. "Tentu saja, tim juga, kami akan melakukannya. Kami akan bermain sebagai sebuah tim."
"Saya tahu fans Manchester United – saya menonton video, dan ketika saya menyaksikan laga mereka, dan [melihat] beberapa opini, fans Manchester United itu sangat bergairah. Tapi saya suka gairah seperti itu, karena sepakbola juga tentang itu."




