"Andai saya dulu tahu apa yang saya ketahui sekarang, saya mungkin bakal di Man United selama bertahun-tahun," kata Bebe kepada ESPN.
"Saya akan tidur lebih banyak. Saya tidak akan banyak melakukan hal-hal gila. Ketika saya ada libur, saya gunakan untuk pulang ke Portugal," lanjutnya berkisah. [Hari ini], saya akan lebih menjaga diri saya sebagai seorang profesional, menjaga tubuh saya, fokus pada sepakbola. Saya memang di sana [Man United], tapi di kepala saya, saya berpikir sedang liburan dengan teman-teman saya. Tapi saya tidak menyesalinya. Anda harus berpikir, saya pergi dari tidak punya apa-apa, dari panti asuhan, ke tempat yang dihuni para bintang besar dunia. Man United tim terbaik dunia saat itu. Saya kira, wajar jika anak berusia 20 tahun merasa tersesat. Saya tidak memiliki ayah, saya tidak punya ibu atau nenek yang mengingatkan 'Jangan, jangan lakukan itu'. Saya sendiri yang melakukan apa saja yang saya inginkan," beber Bebe.
Bebe mengakui, andai saja ketika pertama kali bergabung Man United dirinya ditemani sang nenek, mungkin kisah kariernya di Old Trafford akan berbeda.
"Andai saya tinggal dengan nenek saya di Manchester, mungkin ceritanya akan berbeda," tandas striker 33 tahun yang saat ini memperkuat klub Spanyol Rayo Vallecano.