Untuk PSG: Jackpot! Juara Eropa itu pasti tertawa lebar setelah menemukan pihak yang bersedia membayar uang sebesar itu untuk seorang pemain pelapis yang tidak menjadi starter dalam satu pun laga Liga Champions musim lalu. Ramos, ingat, sempat digadang-gadang sebagai jawaban atas masalah lini depan PSG, tetapi ia menghabiskan sebagian besar waktunya di Parc des Prince dengan duduk di bangku cadangan, setelah Luis Enrique menemukan solusi yang lebih baik dengan mengubah Ousmane Dembele menjadi ‘false nine’, yang jelas tidak terlalu mencerminkan hal baik bagi sang pemain Portugal. Begitu pula dengan fakta bahwa di level internasional ia masih kalah bersaing dari Cristiano Ronaldo yang sudah berusia 41 tahun. Jadi, tim-tim top dunia jelas tidak mengantre untuk merekrut Ramos musim panas ini, dan tentu saja bukan dengan biaya €75 juta yang kelewat absurd. Namun, lewat satu kesepakatan sensasional ini, PSG telah mendapatkan lebih dari setengah uang yang mereka butuhkan untuk merekrut Yan Diomande, pemain yang benar-benar akan meningkatkan lini serang mereka. Nilai: A+
Untuk Milan: Mencengangkan, benar-benar mencengangkan. Mari tegaskan satu hal sejak awal: Ramos adalah striker yang bagus. Ia menunjukkan potensi besar di Benfica dan membuktikan bahwa ia bisa memberi dampak dari bangku cadangan di PSG dengan mencetak 45 gol dalam tiga musim. Namun, label harganya sama sekali tidak masuk akal, terutama bagi Milan yang jelas bukan klub dengan dana berlimpah. Karena itu, suporter, pundit, dan jurnalis di Italia saat ini sibuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di sini. Meski transfer ini bisa saja berarti Rafael Leao akan segera meninggalkan San Siro, fakta bahwa Jorge Mendes terlibat tak terelakkan telah memunculkan banyak teori konspirasi, sementara juga disorot bahwa pemilik Milan Gerry Cardinale punya hubungan baik dengan presiden PSG Nasser Al-Khelaifi. Namun, tak ada yang benar-benar tahu mengapa Milan merasa harus membayar biaya transfer termahal dalam sejarah klub untuk Ramos. Sekali lagi, untuk memperjelas, kami memang merasa ia akan mencetak gol di Serie A, terutama karena ia seharusnya bisa memberikan semua yang diinginkan Ruben Amorim dari seorang nomor 9. Tetapi, ini adalah rekrutan termahal di Italia sejak Inter merekrut Romelu Lukaku, dan Ramos sebenarnya tidak menawarkan jaminan yang sama dalam hal gol.Nilai: D+
Untuk Ramos: Peluang yang sudah terlalu lama ditunggu bagi sosok yang terus-menerus menjadi pelapis untuk akhirnya menjadi pemeran utama. Kami sempat berpikir saat Ramos mencetak hat-trick untuk Portugal asuhan Fernando Santos di Piala Dunia 2022, seorang bintang telah lahir. Namun, alih-alih membangun serangan Portugal di sekitar seorang penyerang tengah yang sangat menjanjikan, pengganti Santos, Roberto Martinez, memilih tetap mengandalkan Ronaldo, sehingga menghambat perkembangan Ramos selama bertahun-tahun. Namun, juga harus dikatakan bahwa Ramos sendiri tidak melakukan pekerjaan yang terlalu baik untuk benar-benar memberi tekanan kepada Ronaldo dan Martinez. Kisah serupa juga terjadi di Paris, tempat opini umum menyatakan bahwa meski PSG memiliki kumpulan penyerang fenomenal yang membuat iri, Ramos bukan salah satunya. Ia hanyalah sosok yang bagus untuk dimasukkan dari bangku cadangan, seorang supersub yang cukup baik. Yang terpenting, kini ia punya kesempatan untuk mengubah narasi itu. Ramos akan menjadi ujung tombak Milan yang baru, yang tetap merupakan salah satu klub terbesar dalam sepakbola dunia. Tekanan kepadanya untuk membenarkan label harganya akan sangat besar, karena meski ini memang biaya yang besar, nominal tersebut benar-benar raksasa untuk ukuran klub Serie A. Sekarang giliranmu, Goncalo, saatnya membuktikan nilaimu... Nilai: A
Mark Doyle